Aku seperti kehilangan harga diri. Entahlah. Setiap waktu aku seperti kehilangan arah
dan tidak memiliki semangat hidup lagi. Aku bingung dan terus bingung.
Berkali-kali aku meyakinkan diri aku bisa melewati ini semua. Tapi rasanya seperti
hidup ini terus-terusan hampa.
Bekerja di Puskesmas atas tuntutan dari orang tua yang tidak selesai dengan keinginan
masa lalunya. Senantiasa memberi tuntutan lagi dan lagi. Seakan diri ini seperti tidak punya
hati yang juga memiliki keinginan untuk hidup dengan kakinya sendiri.
Menjadi anak perempuan pertama dari 8 bersaudara. Yang selalu dikelilingi bayangan
"Oh, kamu harus jadi contoh yang baik supaya adik-adikmu juga berperilaku baik".
Berprofesi sebagai bidan yang tujuan awalnya adalah ingin selalu dekat dan
membahagiakan ibu kandung sendiri. Namun kenyataannya.. Rasa sakit yang terus
terbenam di hati yang seolah mati karena terlalu banyak tuntutan kewajiban yang
didapatkan tapi hak-hak hidup berupa kasih sayang hangat dari seorang ibu kandung yang
nyatanya tak pernah muncul dengan sepenuhnya.
Ah, jadi apakah aku harus benar-benar hidup? Lagi dan lagi. Pikiran itu datang tanpa henti.
Sekarang.. Di tengah tuntutan semua pegawai di tempat kerja dan keinginan seluruh warga
sekitar yang seolah membuatku seperti tak ada artinya aku hidup bila selalu menjadi beban
mereka dan membuat mereka tidak nyaman dengan kehadiranku. Jadi, bolehkah aku
berhenti? Benar-benar berhenti saat ini?
Tuhan.. Yang Tak Pernah Tidur dan selalu mengurus keperluan hamba-hamba-Nya.
Apakah aku boleh berhenti dan mengakhiri hidupku sendiri? Aku sudah benar-benar lelah..
Aku ingin tenang tanpa harus menyulitkan siapapun di sekitarku. Aku ingin berhenti tanpa
harus mendengar ucapan mereka yang membuatku selalu merasa "AH, AKU BENAR-
BENAR BODOH DAN HANYA BEBAN BAGI MEREKA"
Dari si gadis bodoh, yang terus memikirkan untuk menyakiti dirinya sendiri.
-Rofa-

Komentar
Posting Komentar