KONDISI IMAN PENENTU ARAH KEHIDUPAN


Dalam ajaran Islam, hidup adalah amanah atau kesempatan yang diberikan Tuhan untuk beribadah dan berbuat kebaikan, bukan sekadar untuk bersenang-senang. Kesempatan itu sendiri adalah anugerah yang harus disyukuri dan digunakan sebaik-baiknya untuk mengabdi kepada Allah SWT dan meraih kebaikan di dunia dan akhirat.

Menurut Syaikh Abdurazaq bin Abdul Muhsin hafizhahumallah dalam artikelnya yang berjudul "Agar Pohon Keimanan Tumbuh dan Berbuah!", seorang mukmin wajib memerhatikan iman di dalam kehidupannya karena iman memberikan kemuliaan baginya baik di dunia maupun di akhirat.

Iman menurut Ahlus Sunnah adalah perkataan dalam lisan, keyakinan dalam hati dan amalan dengan anggota badan. Sahl At Tusturiy pernah ditanya tentang iman. Beliau pun menjawab, "Iman adalah perkataan, niat dan mengikuti ajaran Nabi. Apabila perkataan dan amalan tidak didasari dengan niat, maka hal itu termasuk kemunafikan. Sedangkan perkataan, amalan dan niat yang tidak berdasarkan tuntunan nabi, maka hal itu termasuk bid'ah." (dikutip dari artikel rumaysho.com yang berjudul Pengertian Iman Menurut Ahlus Sunnah)

Dahulu, Allah sudah berfirman kepada Nabi Adam dan istrinya (Hawa) bahwa "jika datang kepada mereka petunjuk dari-Nya, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Nya, ia tidak akan tersesat dan celaka. Namun, barangsiapa yang berpaling dari petunjuk-Nya, maka baginya penghidupan yang sempit dan kelak ia akan dihimpun pada hari kiamat dalam keadaan buta". Hal itu tertuang jelas dalam QS. Thaha ayat 123-124.

Kita bisa melihat gambaran kebinasaan Fir'aun dan pengikutnya yang enggan untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Padahal saat itu Nabi Musa berkata, "Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri." Namun, Fir'aun dan pengikutnya menolak ajakan tersebut. Mereka justru membuat muslihat jahat kepada Nabi Musa dan para pengikutnya. Hingga Allah menggambarkan dalam QS. Asy-Syuara' ayat 52-56, betapa buruknya sosok Fir'aun dan bala tentara-Nya. 

Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa: "Pergilah di malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil), karena sesungguhnya kamu sekalian akan disusuli." Kemudian Fir'aun mengirimkan orang yang mengumpulkan (tentaranya) ke kota-kota. (Fir'aun berkata): "Sesungguhnya mereka (Bani Israil) benar-benar golongan kecil, dan sesungguhnya mereka membuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita, dan sesungguhnya kita benar-benar golongan yang selalu berjaga-jaga." 

Fir'aun dan bala tentara-Nya berusaha mengejar Nabi Musa dan para pengikut-Nya. Akan tetapi, Allah sudah menjanjikan kepada Nabi Musa bahwa ia dan golongannya akan diselamatkan atas izin-Nya.

Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." (QS. Yunus : 90)

Allah telah membinasakan Fir'aun dan bala tentaranya yang enggan untuk beribadah hanya kepada-Nya dengan ditenggelamkan ke dasar laut Merah. Demikianlah balasan dari Allah kepada orang-orang yang sombong dan angkuh terhadap perintah-Nya.

Allah juga berfirman dalam QS. Ghafir ayat 60 bahwa "orang yang sombong tidak mau beribadah kepada-Nya, mereka akan dimasukkan ke dalam neraka jahanam dalam kondisi terhina".

Dengan demikian, sungguh rugi orang-orang yang tidak memelihara kondisi imannya. Dan sungguh, barangsiapa yang senantiasa taat kepada-Nya, ia akan termasuk ke dalam golongan yang dijanjikan kemenangan oleh-Nya sesuai dengan surat An-Nur ayat 52 yang berbunyi, "Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan."

Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk selalu memelihara iman kita ke arah yang lurus hanya kepada-Nya. Aamiin ya Rabbal 'Alamin.

                                                                                                       (Ditulis oleh Rofa Sholihatunnisa)


#showcase

#SK4-PGCFoundation

#narasiuntuksivilisasi

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kematian Datang Secara Tiba-tiba Tanpa Kata Permisi. Siapkah Aku?

Jadilah orang tua yang senantiasa menanyakan kabar anak kita masing-masing