Allah mencintai hati yang ikhlas



Walaupun mungkin tulisan saya ini tidak memiliki hubungan yang sangat erat dengan video ceramah ustadz adi hidayat di atas. Namun, dalam postingan saya ini, saya ingin menyampaikan kisah nyata saya sendiri di masa lampau.

Ya, dahulu saya hanyalah seorang anak yang tidak menyukai kehadiran orang-orang di sekitar saya baik ibu saya dan teman-teman saya. Adapun rasa benci dalam hati saya dahulu sudah menjadi kebiasaan saya sehari-hari. Namun, segala puji bagi Allah, Dia Yang Maha Besar lagi Maha Penyayang, memberikan saya kesempatan untuk memperbaiki hidup saya yang dahulu penuh dengan kebencian hati.

Mungkin awal mula Dia menarik saya ketika hati saya bergetar tepat dihadapan kuburan teman DKM saya sewaktu SMA. Pada waktu itu, saya mulai mempertanyakan apakah kebencian hati saya terhadap ibu saya apakah benar-benar tindakan yang salah meskipun dahulu ibu saya amat ringan menepak atau memukul saya secara fisik dengan dalih saya yang berbuat salah.

Namun, hati saya mulai bergeming saat kuburan teman saya mulai menutupi jasadnya itu. Saya mulai mempertanyakan sikap saya yang begitu bencinya terhadap ibu saya.

"Apakah sikap benci saya terhadap ibu saya adalah hal yang salah?"

"Apakah saya tidak akan selamat dari siksa api neraka, ketika saya selalu membenci ibu saya?"

"Apakah saya tidak bisa menjadi penghuni surga-Mu ya Allah, bila saya terus-menerus membenci ibu saya sendiri?"

Begitulah hati saya mulai tidak nyaman dengan segala perasaaan yang penuh campur aduk pada waktu itu. Setelah pulang dari pemakaman teman saya itu, saya mulai membaca ayat-ayat quran dan mulai berdoa pada-Nya dengan tujuan memohon petunjuk atas segala tanda tanya saya sebelumnya itu.

Tiba-tiba ayat-ayat quran yang dahulu hanya sekadar bacaan semata, berubah menjadi penguat hati untuk berubah menjadi hamba-Nya yang beriman dan bertakwa.

Salah satu ayat tersebut ialah "Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia (QS. Ar-Rad ayat 11)"

Dari bacaan ayat-ayat quran yang menjadi dasar kekuatan hati saya, salah satunya ialah ayat Ar-Rad di atas. Walaupun awalnya hati saya memang sulit sekali untuk memaafkan kesalahan-kesalahan umi saya. Ditambah lagi, ditengah usaha saya untuk memperbaiki diri saya agar menjadi insan yang lebih baik lagi, ibu saya tetap melakukan kekerasan fisik yang membuat hati saya selalu berkecamuk hebat. Akan tetapi, Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang menguatkan hati saya untuk bersikap sabar atas sikap-sikap keliru ibu saya itu.

Mungkin sikap saya waktu itu yang senantiasa menguatkan hati untuk lebih bersabar atas tindakan-tindakan keliru ibu saya mencerminkan hati saya sedikit demi sedikit berusaha ikhlas dalam memaafkan tindakan ibu saya yang dahulu amat ringan tangan dalam sebuah kekerasan fisik.

Kini saya dan ibu saya saling mencintai atas izin Allah. Dahulu ketika sebuah pelukan hangat adalah hal yang sulit saya dapatkan dari ibu saya. Kini, setiap hari ada waktu di mana saya akan memeluk hangat ibu saya yang telah melahirkan saya dan ke 7 adik saya.

Duhai temanku, dari kisahku ini, aku ingin memberitahumu bahwa Dia Maha Melihat lagi Maha Mendengar hamba-hamba-Nya. Oleh karena itu, kokohkanlah hatimu untuk teguh dalam nilai-nilai keikhlasan sehingga cinta-Nya pun hadir dalam titian hatimu itu yang penuh dengan nilai-nilai keikhlasan.

Sekian postinganku kali ini. Apabila postinganku banyak yang keliru, aku sungguh minta maaf padamu.

Dari aku, seorang anak yang menjadi bidan atas izin-Nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kematian Datang Secara Tiba-tiba Tanpa Kata Permisi. Siapkah Aku?

Jadilah orang tua yang senantiasa menanyakan kabar anak kita masing-masing

KONDISI IMAN PENENTU ARAH KEHIDUPAN